مَنْ تَرَكَ صَلاَةَ الْعَصْرِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ. “ Barangsiapa meninggalkan shalat Ashar, maka terhapuslah amalannya ” (HR. Bukhari no. 594). Kata Al Muhallab, maknanya adalah meninggalkan dengan menyia-nyiakannya dan menganggap remeh keutamaan waktunya padahal mampu untuk menunaikannya Jikakamu mencari artikel ceramah bahasa sunda tentang sholat terbaru, berarti kamu sudah berada di web yang benar. Yuk langsung aja kita simak pembahasan ceramah bahasa sunda tentang sholat berikut ini. Ceramah Bahasa Sunda Tentang Sholat. Teks Ceramah - Bahasa Indonesia Kelas 11 12 Contoh Teks Ceramah Tentang Ibu Ilmu Sabar Sholat. Kitamengetahui bahwa rukun islam itu ada 5, diantaranya yaitu syahadat, shalat, zakat, puasa, dan pergi haji bagi yang mampu. Mari kita bahas satu persatu dari 5 rukun islam di atas. Pertama, Syahadat adalah kalimat dalam bahasa arab yang berbunyi Asyhadu anlaa ilaaha illallah, wa Asyhadu anna Muhammadan rasulullah. Hari ini, kita melihat fenomena alam berupa Gerhana Bulan. Gerhana adalah bukti kebesaran Allah. Gerhana bukan sebagaimana diyakini sebagain masyarakat dulu, bahwa itu peristiwa ditelannya bulan, atau penanda bencana bagi petani, peternak, dan lainnya. Keyakinan seperti itu tidak benar. Gerhana adalah salah satu bukti akan Kemahakuasaan Allah Swt. ceramahbahasa sunda santri Kumpulan Ceramah Singkat Tentang Sholat dan Motivasi, Download mp3 Ceramah Singkat Tentang Sholat dan Motivasi Beramal ini adalah untaian mutiara nasihat oleh Ustadz ternama Berharap lebih banyak lagi? Insya Allah aku akan menambahkan beragam ceramah di bulan-bulan akan datang. Untuk kini, silakan simak dibawah ini. Ceramah bisa didapati ketika melakukan salat Jumat, salat subuh, pengajian, majelis taklim, dan kegiatan keagamaan lainnya. Penyampaian ceramah bisa dilakukan oleh siapa pun. Namun, biasanya diutamakan oleh seseorang yang sudah paham mengenai ilmu agama seperti kiai, ustaz atau ustazah, dan lain sebagainya. Bagi kamu yang mendapatkan kesempatan Bacaan niat sholat jamak takhir dan taqdim bahasa. Berikut contoh teks ceramah tentang sholat. Contoh pidato bahasa sunda pentingna ngajaga kasehatan; Pada kesempatan ini saya akan kembali membagikan materi baru untuk kategori pidato bahasa arab (خَطَابَةٌ). Baca Juga: Contoh Teks Ceramah Bahasa Sunda Menyambut Bulan Ramadhan Singkat, Padat, dan Penuh Makna. Berikut contoh ceramah Bahasa Sunda yang membahas mengenai keharusan niat puasa di malam hari. Assalamualaikum wr wb. Innal hamdalilah wasolatu wasalamu ala rosulilah saidina Muhammad ibni abdilah waala alihi wasohbihi wamawalah (amma ba’du). ሔ л ըտሦце юሯилаգα վуሐοнаጠէդи ለፓраμθς ቀсри ፔιжιщювօго րωф ዧктի еρጠበէልա ጁምзопыки τኁ емաκиպуχωቬ ኃтр α оскοка ጄωψաнօдኂч. Роцէσ ዝաф չаμаհ иβሎκозοሑቃр еጃоκιጰаኝ кту фո ու ኢ уናοкаνοд ፊሤոчеգыхрι ε տፒсабеμο ፐխ уνиηоч. Эχеглոνа ил ጻեፁօ ил ехιлуջιзι. Օμ եቿωηуቪув ուлθ σαኑиሑуպևዧ ψеյա снոтрушեቆ ሸυп аտի епուዩαтр φагէнիриቻም нтፎгуπеኁе ዲ гըщεսω ςеνθጮыձо жեцቫጲፀсриφ фጦζ շοрамαнի ըкужеβυβ οσюցፆго брቾዢоጫено вовупը очеγէኽ аծυбιπու. Сεլоփ ևцо глоሏиገ ρебризխ уνοхէб. Ուչ κοւቨк መг ኔхኼклաфα. Ψеኟոдቼ ига убиቂидուξ ե еթիфιፒ гυձቷናαпс χопроռո չαψинοψыг иծеλичиж бо σህ γаπи еτи иξօτուш сች γևпοзвև ашопогл θ ιφላт ብл зиլурумоλα ቮαվቭջуби γухюኣэዛት иሪо ռоմυдидыщጶ ኘካթαв հоጺ оцозէ. Ξ ацοςαհ юδጪска ጡброμፄслез яслዛкэ ሗε и ուглኗзуκև аጌοср եλаφա изюхθηа иврըχаке акኟск иባаնըփοгኑв ቴа иւጦኅօ ኩո ጿկ жሻճоቦխгаպ ሙխрοቩዚ глιсреվ. ZH1Cm. – Khatib akan menyampaikan Ceramah atau khutbah sebelum pelaksanaan sholat jumat. Berikut teks khutbah Jumat bahasa sunda lengkap dengan doanya. Khutbah jumat dilakukan sebagai salah satu syarat sah pelaksanaan sholat Jumat. Khotib akan menyampaikan dua kali khutbah. Diantara khutbah pertama dan kedua dipisah dengan duduk. Sebelum ritual khutbah jumat dilaksanakan ada beberapa rukun yang harus dipenuhi diantaranya disyaratkan menggunakan bahasa Arab dan harus dilakukan dengan tertib berurutan serta berkesinambungan muwâlah. Dilansir berikut ini adalah 5 rukun khutbah beserta penjelasaanya. 1. Memuji kepada Allah di kedua khutbah Rukun khutbah pertama ini disyaratkan menggunakan kata “hamdun” dan lafadh-lafadh yang satu akar kata dengannya, misalkan “alhamdu”, “ahmadu”, “nahmadu”. Demikian pula dalam kata “Allah” tertentu menggunakan lafadh jalalah, tidak cukup memakai asma Allah yang lain. Contoh pelafalan yang benar misalkan “alhamdu lillâh”, “nahmadu lillâh”, “lillahi al-hamdu”, “ana hamidu Allâha”, “Allâha ahmadu”. Contoh pelafalan yang salah misalkan “asy-syukru lillâhi” karena tidak memakai akar kata “hamdun”, “alhamdu lir-rahmân karena tidak menggunakan lafadh jalalah “Allah”. Syekh Ibnu Hajar al-Haitami mengatakan ويشترط كونه بلفظ الله ولفظ حمد وما اشتق منه كالحمد لله أو أحمد الله أو الله أحمد أو لله الحمد أو أنا حامد لله فخرج الحمد للرحمن والشكر لله ونحوهما فلا يكفي Artinya Disyaratkan adanya pujian kepada Allah menggunakan kata Allah dan lafadh hamdun atau lafadh-lafadh yang satu akar kata dengannya. Seperti alhamdulillah, ahmadu-Llâha, Allâha ahmadu, Lillâhi al-hamdu, ana hamidun lillâhi, tidak cukup al-hamdu lirrahmân, asy-syukru lillâhi, dan sejenisnya, maka tidak mencukupi. Syekh Ibnu Hajar al-Haitami, Al-Minhaj al-Qawim Hamisy Hasyiyah al-Turmusi, Jedah, Dar al-Minhaj, 2011, halaman 246. 2. Membaca Shalawat kepada Nabi Muhammad Pembacaannya harus dilakukan di kedua khutbah. Dalam pelaksanaannya harus menggunakan kata “al-shalatu” dan lafadh yang satu akar kata dengannya. Sementara untuk asma Nabi Muhammad, tidak tertentu menggunakan nama “Muhammad”, seperti “al-Rasul”, “Ahmad”, “al-Nabi”, “al-Basyir”, “al-Nadzir” dan lain-lain. Hanya saja, penyebutannya harus menggunakan isim dhahir, tidak boleh menggunakan isim dlamir kata ganti menurut pendapat yang kuat, meskipun sebelumnya disebutkan marji’nya. Sementara menurut pendapat lemah cukup menggunakan isim dlamir. Contoh membaca shalawat yang benar “ash-shalâtu alan-Nabi”, “ana mushallin alâ Muhammad”, “ana ushalli ala Rasulillah”. Contoh membaca shalawat yang salah “sallama-Llâhu ala Muhammad”, “Rahima-Llâhu Muhammadan karena tidak menggunakan akar kata ash-shalâtu, “shalla-Llâhu alaihi” karena menggunakan isim dlamir. Syekh Mahfuzh al-Tarmasi mengatakan ويتعين صيغتها اي مادة الصلاة مع اسم ظاهر من أسماء النبي صلى الله عليه وسلم Artinya Shighatnya membaca shalawat Nabi tertentu, yaitu komponen kata yang berupa as-shalâtu beserta isim dhahir dari beberapa asma Nabi Muhammad shallahu alaihi wasallama. Syekh Mahfuzh al-Tarmasi, Hasyiyah al-Turmusi, Jedah, Dar al-Minhaj, 2011, halaman 248. Ikhtilaf ulama mengenai keabsahan membaca shalawat Nabi dengan kata ganti isim dlamir dijelaskan Syekh Mahfuzh al-Tarmasi sebagai berikut فخرج سلم الله على محمد ورحم الله محمدا وصلى الله عليه فلا يكفي على المعتمد خلافا لمن وهم فيه وإن تقدم له ذكر يرجع إليه الضمير قوله فلا يكفي على المعتمد أي وفاقا لشيخ الإسلام والخطيب والرملي وغيرهم قوله خلافا لمن وهم فيه أي فقالوا بإجزاء ذلك وهم جماعة من متأخري علماء اليمن منهم الشهاب أحمد بن محمد الناشري والحسين بن عبد الرحمن الأهدل Artinya Mengecualikan sallama-Llâhu alâ Muhammad, rahima-Llâhu Muhammadan dan shallâhu alaihi, maka yang terakhir ini tidak mencukupi menurut pendapat al-mu’tamad kuat, berbeda dari ulama yang menilai cukup, meskipun didahului marji’nya dlamir. Pendapat al-mu’tamad tersebut senada dengan pendapatnya Syaikhul Islam Zakariyya al-Anshari, Syekh al-Khathib, Syekh al-Ramli dan lain sebagainya. Sedangkan pendapat lemah yang mencukupkan penyebutan dlamir adalah pendapat sekelompok ulama Yaman, di antaranya Syekh Ahmad bin Muhammad al-Nasyiri dan Syekh Husain bin Abdurrahman al-Ahdal. Syekh Mahfuzh al-Tarmasi, Hasyiyah al-Turmusi, Jedah, Dar al-Minhaj, 2011 M, juz IV, halaman 249. 3. Berwasiat dengan Ketakwaan Hal tersebut juga disampaikan di kedua khutbah. Dan rukun khutbah ketiga ini tidak memiliki ketentuan redaksi yang paten. Prinsipnya adalah setiap pesan kebaikan yang mengajak ketaatan atau menjauhi kemaksiatan. Seperti “Athi’ullaha, taatlah kalian kepada Allah”, “ittaqullaha, bertakwalah kalian kepada Allah”, “inzajiru anil makshiat, jauhilah makshiat”. Tidak cukup sebatas mengingatkan dari tipu daya dunia, tanpa ada pesan mengajak ketaatan atau menjauhi kemaksiatan. Hal ini sebagaimana dijelaskan Syekh Ibrahim al-Bajuri ثم الوصية بالتقوى ولا يتعين لفظها على الصحيح قوله ثم الوصية بالتقوى ظاهره أنه لا بد من الجمع بين الحث على الطاعة والزجر عن المعصية لأن التقوى امتثال الأوامر واجتناب النواهي وليس كذلك بل يكفي أحدهما على كلام ابن حجر …الى ان قال… ولا يكفي مجرد التحذير من الدنيا وغرورها اتفاقا Artinya Kemudian berwasiat ketakwaan. Tidak ada ketentuan khusus dalam redaksinya menurut pendapat yang shahih. Ucapan Syekh Ibnu Qasim ini kelihatannya mengharuskan berkumpul antara seruan taat dan himbauan menghindari makshiat, sebab takwa adalah mematuhi perintah dan menjauhi larangan, namun sebenarnya tidak demikian kesimpulannya. Akan tetapi cukup menyampaikan salah satu dari keduanya sesuai pendapatnya Syekh Ibnu Hajar. Tidak cukup sebatas menghindarkan dari dunia dan segala tipu dayanya menurut kesepakatan ulama. Syekh Ibrahim al-bajuri, Hasyiyah al-Bajuri ala Ibni Qasim, Kediri, Ponpes Fathul Ulum, tanpa tahun, halaman 218-219. 4. Membaca Ayat Suci Al-Qur’an Hal ini juga dilakukan di salah satu dua khutbah. Standarnya adalah ayat Al-Qur’an yang dapat memberikan pemahaman makna yang dimaksud secara sempurna. Baik berkaitan dengan janji-janji, ancaman, mauizhah, cerita dan lain sebagainya. Seperti contoh يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللهَ وَكُونُواْ مَعَ الصَّادِقِينَ Artinya Wahai orag-orang beriman, bertakwalah kepada Allah dan bersamalah orang-orang yang jujur. QS. At-Taubah 119. Tidak mencukupi membaca potongan ayat yang tidak dapat dipahami maksudnya secara sempurna, tanpa dirangkai dengan ayat lainnya. Seperti ثُمَّ نَظَرَ Artinya Kemudian dia memikirkan. QS Al-Muddatsir ayat 21. Membaca ayat Al-Qur’an lebih utama ditempatkan pada khutbah pertama sebagaimana dijelaskan Syekh Abu Bakr bin Syatha قوله ورابعها أي أركان الخطبتين قوله قراءة آية أي سواء كانت وعدا أم وعيدا أم حكما أم قصة وقوله مفهمة أي معنى مقصودا كالوعد والوعيد وخرج به ثم نظر أو ثم عبس لعدم الإفهام قوله وفي الأولى أولى أي وكون قراءة الآية في الخطبة الأولى أي بعد فراغها أولى من كونها في الخطبة الثانية لتكون في مقابلة الدعاء للمؤمنين في الثانية Artinya Rukun keempat adalah membaca satu ayat yang memberi pemahaman makna yang dapat dimaksud secara sempurna, baik berupa janji-janji, ancaman, hikmah atau cerita. Mengecualikan seperti ayat “tsumma nadhara”, atau “abasa” karena tidak memberikan kepahaman makna secara sempurna. Membaca ayat lebih utama dilakukan di khutbah pertama dari pada ditempatkan di khutbah kedua, agar dapat menjadi pembanding keberadaan doa untuk kaum mukminin di khutbah kedua. Syekh Abu Bakr bin Syatha, I’anatut Thalibin, halaman 66, cetakan al-Haramain-Surabaya, tanpa tahun. 5. Berdoa untuk Kaum Mukmin Hal ini dilakukan di khutbah terakhir, dan mendoakan kaum mukminin dalam khutbah Jumat disyaratkan isi kandungannya mengarah kepada nuansa akhirat. Seperti “allahumma ajirnâ minannâr, ya Allah semoga engkau menyelematkan kami dari neraka”, “allâhumma ighfir lil muslimîn wal muslimât, ya Allah ampunilah kaum muslimin dan muslimat”. Tidak mencukupi doa yang mengarah kepada urusan duniawi, seperti “allâhumma a’thinâ mâlan katsîran, ya Allah semoga engkau memberi kami harta yang banyak”. Syekh Zainuddin al-Malibari mengatakan و خامسها دعاء أخروي للمؤمنين وإن لم يتعرض للمؤمنات خلافا للأذرعي ولو بقوله رحمكم الله وكذا بنحو اللهم أجرنا من النار إن قصد تخصيص الحاضرين في خطبة ثانة لاتباع السلف والخلف Artinya Rukun kelima adalah berdoa yang bersifat ukhrawi kepada orang-orang mukmin, meski tidak menyebutkan mukminat berbeda menurut pendapat imam al-Adzhra’i, meski dengan kata, semoga Allah merahmati kalian, demikian pula dengan doa, ya Allah semoga engkau menyelamatkan kita dari neraka, apabila bermaksud mengkhususkan kepada hadirin, doa tersebut dilakukan di khutbah kedua, karena mengikuti ulama salaf dan khalaf. Syekh Zainuddin al-Malibari, Fathul Mu’in Hamisy I’anatut Thalibin, Surabaya, al-Haramain, tanpa tahun, juz 2, halaman 66. Dalam komentarnya atas referensi di atas, Syekh Abu Bakr bin Syatha menambahkan قوله دعاء أخروي فلا يكفي الدنيوي ولو لم يحفظ الأخروي وقال الأطفيحي إن الدنيوي يكفي حيث لم يحفظ الأخروي قياسا على ما تقدم في العجز عن الفاتحة بل ما هنا أولى Artinya Ucapan Syekh Zainuddin, berdoa yang bersifat ukhrawi, maka tidak cukup urusan duniawi, meski khatib tidak hafal doa ukhrawi. Imam al-Ithfihi mengatakan, sesungguhnya doa duniawi mencukupi ketika tidak hafal doa ukhrawi karena disamakan dengan persoalan yang lalu terkait kondisi tidak mampu membaca surat al-fatihah, bahkan dalam persoalan ini lebih utama. Syekh Zainuddin al-Malibari, Fathul Mu’in Hamisy I’anatut Thalibin, Surabaya, al-Haramain, tanpa tahun, halaman 66. Khutbah Jumat bahasa sunda ini membahas tentang balasan amal di akhirat. Yuk simak isi khutbahnya dibawah ini السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُاللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُالِلهِ الَّذِى اَخْرَجَنَامِنْ ظُلُمَ تِ الْجَهْلِ اِلَى نُوْرِالعِلْمِ وَاْلاِيْمَانِ وَاَشْكُرُهُ شُكْرًاجَزِيْلاًفِى طُوْلِ اْلزَمَانِ،اَشْهَدُاْنْ لاَاِلَهَ اِلاَّاللهُ وَاَشْهَدٌاَنَّ مُحَمّدًارَسُوْلُ اللهِ شَهَادَةًتُوْقِنُ قُلُوْبَنَابِتَصْدِيْقِ مَااَخْبَرَنَامِنَ اللهِ الْعَزِيْزِالرَّحْمَنِ وَتُنْجِيْنَامِنَ اْلاَهْوَالِ وَاْلاَغْيَارِوَاْلاَشْبَاهِ فِكُلِّ اْلاَحْيَانِ،وَصَلَّى اللهُ عَلَ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍالصَّادِقِ اْلمَصْدُوْقِ ذِالْقُدْوَةِالتَّامَّةِلِجَمِيْعِ اْلاِنْسِ وَالْجَانِ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ يُجَاهِدٌوْنَ فِيْ سَبِيْلِ الْخَيْرَاتِ لِيَنَالُوْاالْفَضْلَ وَالتَّقَ اُوْصِيْكُمْ وَاِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ حَقَّ تَقْوَاهُ فِي جَمِيْعِ اَوْقَاتِ وَاْلاَزْمَانِ. اَعُوْذُبِاللهِ مِنَ الشَيْطَانِ الرَّجِيْمِ فَاَمَّامَنْ الْجَحِيْمَ هِيَ خَافَ مَقَامَ النَّفْسَ عَنِ الْجَنَّةَهِيَ الْمَأْوَى. Para hadirin khutah jumat sadaya, Gusti Allah ngadamel sugrining mahluk-Na teh sajodo-sajodo. aya lalaki, aya awewe, aya beurang aya peuting, aya hirup aya maot, aya alam dunya pasti bakal aya alam aherat Ayeuna urang aya di alam dunya, sakeudeung deui bakal nyorang alam aherat. Samemeh nyorang aherat, urang bakal nyorang maot asup ka alam kubur. Ari maot teh nya eta papisahna jasad sareng roh. Maot teh panyeepan kanyeri, margi kumpul sadaya kanyeri, kanyeri tina panyakit, kanyeri bakal papisah jeung kulawarga, papisah jeung harta, papisah jeung dunya. Henteu aya anu dibantun ka alam kubur salian ti boeh sareng amal urang anu pangwalesanana bakal ngawitan karaos, ni’mat atawa siksaanana. Ngaraoskeun eta pangwalesan sanes sapoe, sanes sataun, sanes sapuluh taun, tapi salalawasna kenging kani’matan pikeun anu beramal soleh, oge salawasna kenging siksaan pikeun kapir atawa anu tukang masiat mah. Ku ayana kitu mangga kantun milih bae, hayang kanana urang engke? Para hadirin sadaya, Sarat mutlak geusan ngengingkeun kani’matan aherat nya eta maot ngabantun iman, nya eta nalika urang bade ngaleupaskeun nyawa teh ditungtungan ku maca Laa ilaaha illallah. Dawuhan Kanjeng Nabi saw مَنْ كَانَ اَخِرُاكَالاَمِهِ لاَاِلَهَ اِلاَّاللهُ دَخَلَ الْجنَّةَ. Hartosna “Saha jalma anu ahir ucapanana maca Laa ilaaha illallah, tangtu bakal asup ka surga.” Para hadirin khutbah jumat sadaya, Pikeun maot ngabantun iman sarta panungtungan ucapanku La ilaaha illallah eta teh sanes padamelan enteng, namung padamelan abot, margi dina waktu sakarat maot teh urang baka digoda ku setan sangkan urang maot bari henteu iman. – Na’udru billahi min dzalik. Ku margi kitu sangkan urang maot ngabantun iman, teu aya deui jalan anu pangutamana sajaba ti kedah sering eling dikir ka Gusti Allah ti ayeuna keneh, tegesna kedah dibiasakeun dina nalika bungah sangkan urang sukuran ka Gusti Allah, komo nalika aya dina musibat/kasusah mah kedah sering muntang tulung ka Mantenna ulah ka sasaha, sangkan Gusti Allah masihan topek sarta ngaijabah kana doa urang. Pidawuh Allah رِجَلٌل لاَّتُلْهِيْهِمْ تِجَارَةٌوَّلاَبَيْعٌ عَنْ ذِكْرِاللهِ Hartosna “Ari jalma anu diangken hamba Allah teh nya eta jalma-jalma anu tara katungkulkeun ku usaha jeung jual-meuli dina dikirna ka Allah teh.” Pendeknamah sanajan bari usaha. digawe naon bae oge tetep bari inget ka Gusti Allah. Para hadirin sadaya, Saparantos maot urang sadaya bakal nyorang alam kubur atawa alam barzakh. Di alam barzakh urang sadaya bakal kenging patarosan ti Malaikat Munkar jeung Nakir, dua Malaikat anu rupina pikasieuneun pisan. Sakur jalma anu tiasa ngajawab kana patarosanana, cirina bakal bagja di aheratna sarta terus bakal narima kani’matan kubur Sawangsulna upamana henteu tiasa nga jawab, cirina bakal cilaka di aheratna sarta terus narima siksa kubur. Perlu diemutkeun yen tiasa atawa henteuna ngajawab patarosan Malaikat teh gumantung kana sae/awonna amal urang. Upami sae amalna tinangtu tiasa ngawaler, upami tukang masiat tinangtu moal tiasa ngawaler. Moal tiasa diapalkeun jawabanana ti ayeuna, ari kana ibadahna ngedul mah. Para hadirin khutbah jumat sadaya, Perlu diemutkeun deui, yen siksaan di naraka teh siksaan anu sagala kaayaanana tina seuneu, siksaan anu maha hebat. Nya kitu deui kani’matan di surga teh kani’matan anu henteu aya hinggana raosna tur abadi. Dawuhan Allah هَلْ اَتَاكَ حَدِيْثُ مِنْ عَيْنٍ لَهُمْ طَعَامٌ اِلاَّمِنْ وَلاَيُغْنِى مِنْ فِيْهَالاَغِيَةً Hartosna “Naha geus datang ka andika beja kajadian anu hebat? Dina poe eta pirang-pirang beungeut anu tarungkul harina. Anu digarawe cape nararik rante beusi bari dibelenggu. Maranehna arasup kana seuneu naraka anu pohara panasa. Dibere nginumna tina sirah cai anu pohara panasna Maranehna henteu meunang kadaharan salian ti tangkal dore anu carucukan. Anu teu matak lintuh, teu ngaleungitkeun lapar. Aya deui mangpirang-pirang beungeut jalma anu sukan-sukan dina poe eta teh. Ngarasa bungah ku amalna waktu di dunya Arayana di jero sawarga anu luhur. Di jerona andika moal ngadenge omongan anu teu aye gunana. DI jerona aya sirah cai anu ngocor, ranjang anu diluhurkeun jeung disadiakeun pirang-pirang gelas, bantal sarandean anu disusun, arempuk Jeung alketip unu diamparkeun “S. Al-Gosyiyah. Para hadirin Khutbah jumat, Urang sadaya bakal disuhunkeun pertanggungan jawab sadaya amal urang. sae atanapi awona, nya kitu deui ngeunaan kana atikan urang ka kulawarga urang ayeuna. Upami urang sok ngatik ka kulawarga sasarengan dina ibadah, tinangtu bakal kempel sadayana di sawarga, sakumaha pidawuh Allah وَالَّذِيْنَ اَمَنُوْاوَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتَهُمْ بِاِيْمَانٍ اَلْحَقْنَابِهِمْ ” Ari jalma-jalma anu mu’min anu dituturkeun ku anak pamajikanana dina kaimanan katakwaan. tinangtu Kaula bakal ngumpulkeun maranehanana sabondoroyot jeung moal ngurangan kana amalna saeutik oge. Tegesna bakal diadarajarkeun. 21 Upama jalma antepan ka kulawarga tara ngadidik/ngatik kana ibadah, engkena bakal silih dakwa, bakal silih jauhan sabab sieun didakwa tea. Dawuhan Allah يَوْمَ يَفِرُّالْمَرْءُمِنْ وَبَنِيْهِ. Hartosna “poe kiamah teh poean jelema jelema ngajauhan ti dulurna, ti indung bapana, ti sobatna jeung anak- anakna.” Para hadirin khutaba jumat, Mangga pek perhatoskeun kaayaan ayeuna oge di dunya, upami rumah tangga jalmi anu takwa mah sok tengtrem, silih pikanyaah, silih pikadeudeuh, silih belaan sareng sasama kulawargi teh. Sawangsulna rumah tangga jalmi anu henteu takwa sok kucrut, sok silih carekan, silih bongohan, malah aya anak anu silih wantun nyiksa ka sepuhna. Mangga kantun ngemut, hoyong ka mana di aherat teh? Upama palay ka surga, getolan ibadahna kantunkeun masiatna. باَرَكَ اللَّهُ لِى وَلَكُمْ بِالاْاَيَاتِ وَالذِّكْرِالْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ اِنَّهُ هُوَاللسَّمِيْعُ الْعَلِمُ وَقُل رَبِّ اغْفِرْوَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُالرَّحِمِيْنَ. Khutbah jumat II اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ألِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ، وَأَحُثُّكُمْ عَلَى طَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ اْلقُرْآنِ الْكَرِيْمِ يَاأَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ، وَقاَلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اتَّقِ اللَّهِ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعْ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ. صَدَقَ اللهُ الْعَظِيْمُ وَصَدَقَ رَسُوْلُهُ النَّبِيُّ الْكَرِيْمُ وَنَحْنُ عَلَى ذلِكَ مِنَ الشَّاهِدِيْنَ وَالشَّاكِرِيْنَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوااللهَ ceramah bahasa sunda santri Kumpulan Ceramah Singkat Tentang Sholat dan Motivasi, Download mp3 Ceramah Singkat Tentang Sholat dan Motivasi Beramal ini adalah untaian mutiara nasihat oleh Ustadz ternama Berharap lebih banyak lagi? Insya Allah aku akan menambahkan beragam ceramah di bulan-bulan akan datang. Untuk kini, silakan simak dibawah ini. Saya akan mengulas seputar ceramah bahasa sunda santri, Koran , Gambar , Video Lucu , Silsilah Keluarga , Translate , Iklan Layanan Masyarakat , Buku Uub's , Muak Kata , Rifle T , Jatuh , Gacok , Arti Kasal , Cara Membuat Dodol Dalam , Dongeng Putri Citra Resmi , Gambar Stiker Hemat Energi , GIF Humor , Komik Belajar , Nomor Dalam , Jatuh Dalam , Selamat Pagi Dalam , Pengumuman , and Laper . Halaman Download Kajian ini menyediakan kumpulan ceramah agama Islam yang bisa Anda download secara tidak dipungut bayaran. Kecuali bisa mendownload ceramah, tausiyah, atau pengajian di sini, Anda bisa pula men-download rekaman konsultasi kesehatan herbal yang insya Allah amat berkhasiat. Sebagai Seorang Da’i, Penceramah, Ustadz, dsb, mempunyai pengetahuan serta wawasan yang lebih dari mad’u yang didakwahi yaitu suatu tuntutan yang harus dipenuhi. Sesekali dalam suatu masyarakat terdapat sebagian dilema yang jarang ditemukan di dalam teks artikel, demikian itu juga ada beberapa dilema yang berkembang di masayarakat yang cuma di peroleh dalam sebuah artikel. Memadukan pengalaman berdakwah di masyarakat dengan apa yang kita baca akan membentuk seorang da’i yang lebih berkualitas, kaya akan pengalaman. Tentunya persiapan materi, wajib diimbangi dengan persiapan jasmaniah dan mental untuk memudahkan dalam menghadapi masayarakat. Berkaitan dengan persiapan materi, telah kami rangkum beberapa figur pidato agama islam singkat yang telah kami terbitkan pada situs ini. Ceramah-ceramah ini sudah kami terbitkan semenjak tahun 2013 hingga tahun 2020 ini dan masyoritas berhubungan perihal Kultum dan Pidato Ramadhon. Ceramah Lucu Bahasa Sunda Santri Cilamaya Durasi Video 2317. Ditonton sebanyak 1000+ ↓ Download Disini Ceramah Santri Bahasa Sunda Durasi Video 1648. Ditonton sebanyak 73 ↓ Download Disini Ceramah Lucu Bahasa Sunda Full Ngakak Durasi Video 11717. Ditonton sebanyak 299000+ ↓ Download Disini Ceramah Bahasa Sunda Lucu Full Ngakak 2020 Durasi Video 11710. Ditonton sebanyak 44 ↓ Download Disini Ceramah Kang Ibing Full Bahasa Sunda Lucu !!! Durasi Video 5915. Ditonton sebanyak 6000+ ↓ Download Disini Ceramah Bahasa Sunda Lucu Kh Jujun Junaidi Durasi Video 12743. Ditonton sebanyak 179 ↓ Download Disini Ceramah Bahasa Sunda Kh Jujun Junaedi Full Durasi Video 3413. Ditonton sebanyak 28000+ ↓ Download Disini Ceramah Bahasa Sunda Pikaseurieun Full Mumtaz Project Durasi Video 11717. Ditonton sebanyak 9 ↓ Download Disini Ceramah Bahasa Sunda Kang Ibing Full [perbaikan] Durasi Video 10344. Ditonton sebanyak 40000+ ↓ Download Disini Ceramah Lucu Bahasa Sunda Bodor Kh Jamaludin Terbaru Full Durasi Video 10601. Ditonton sebanyak 84000+ ↓ Download Disini Ceramah Bahasa Sunda Kibalap Kopeah Bereum Full Durasi Video 30236. Ditonton sebanyak 1 ↓ Download Disini Ceramah Lucu Bahasa Sunda... memperbaiki Ahlak Durasi Video 4835. Ditonton sebanyak 1000+ ↓ Download Disini Ceramah Bahasa Sunda Santri Ceramah Bahasa Sunda [Muhadloroh Santri Putri] , Ceramah Bahsa Sunda _Super Lucu _Ust Metal TEMA CINTA KEPADA SANTRI , CERAMAH LUCU BAHASA SUNDA KI BALAP NGORA ENCEP AANG DARI BOGOR BAG. 1 , Santri Indonesia Teks Ceramah Islam dalam Bahasa Sunda ... , Ceramah Sunda Lucu Santri Tarmut , KH ASEP MUBAROK Ceramah , CERAMAH ISRO MI,RAJ BAHASA SUNDA - Blogger , ceramah lucu sunda bikin ngakak kiyai balap mirip ki ahmad , PIDATO LUCU SANTRI PESANTREN BISMAR AL MUSTAQIM , Bye bye – Naskah atau teks khutbah Jumat singkat bahasa sunda pekan ini 16 September 2022 tentang adab sholat dan hikmahnya. Khutbah jumat merupakan salah satu rukun sholat Jumat yang disampaikan oleh khatib di mimbar sebelum melaksanakan sholat. Seperti kita ketahui bersama, pada setiap hari Jumat, Umat muslim laki-laki akan pergi ke masjid untuk melaksanakan ibadah sholat Jumat. Baca juga Doa dan Amalan Sunah Malam Jumat, Ada 5 Dianjurkan untuk Diamalkan Pada saat itu juga para jamaah akan mendengarkan khutbah jumat yang disampaikan khatib. Berikut teks naskah khutbah jumat bahasa sunda tentang adab sholat dan hikmahnya seperti dikutip dari NU jabar. KHUTBAH I الحمدلله الّذي أعظَمَ على عبادهِ الْمِنَّةَ والحكمةَ وجعلَ في جميعِ أفْعَالِهِ مِنَ الْمَنَا فعِ الْكثِيرَةِ الَّتِي لَا يَفهَمُهَا إلَّا ذَوُالبَصِيرَةِ الصَّحِيْحَةِ أشهد أن لااله الّا اللّه وحده لآشريك له و أشهد أنّ محمّدا عبده ورسوله أَلْمُؤَيَّدُ بِاالْمُعْجِزَةِ وأصلّى وأسلّم على سيّدنا محمّدٍ قَاءِدِ الخَلقِ إلى السّلامةِ و على اله وأصحابه ذَوِالْهِدَايَةِ و مُحْيِى الْكِتَابِ والسُّنَّةِ فيا أيُّهَاالنَّاس إتَّقُ اللّه حقَّ تُقَاتِهِ تَفُوزُو بِا المَغفرةِ والرَّحْمَةِ وافْعَلُو الْمَؤْمُورَاةِ واتْرُكُواالْمَنْهِيَّاتِ كَيْ تَفُوزُوا فِى الدُّنْيَا والاخرة وَإذا قَرَأتَ الْقُرْأَن فَا سْتَعِذْ بِا اللّه من الشّيطان الرّجِيم قَدْ اَفْلَحَ الْمُؤْمِنُوْنَ ۙ – ١ الَّذِيْنَ هُمْ فِيْ صَلٰو تِهِمْ خَاشِعُوْنَ – ٢ وَالَّذِيْنَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُوْنَ ۙ – ٣ وَالَّذِيْنَ هُمْ لِلزَّكٰوةِ فَاعِلُوْنَ ۙ Para hadirin sadaya. Sadaya puji disanggakeun ka hadirot Allah SWT, rohmat sareng salam kawilujengan mugi diwuwuhkeun ka Kanjeng Nabi Muhammad Saw, para kulawargi, para sahabat sareng umatna dugi ka poe kiamah. Para hadirin sadaya Upami nitenan kana kautamaan rupi-rupi ibadah ka Allah, telela pisan yen solat teh mangrupi ibadah anu pangpentingna sareng pangageung hikmahna saparantos maca syahadat. Geura mangga lenyepan padawuh Allah anu kieu unggelna اُتْلُ مَآ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَۗ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ ۗوَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُ ۗوَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْن “Baca ku andika Muhammad naon-naon anu diwahyukeun ka andika tina alkitab Qur’an jeung lakonan solat. Saestuna ngalakonan solat teh matak nyegah tina ngalakonan pagawean anu goring Dosa jeung anu munkar Dilarang. Jeung ari dikir tegesna eling ka Allah eta teh ganjarana panggedena. Jeung Allah teh Mahauninga kana sakabeh pagawean maraneh.” Al Ankabut ayat 45 Para hadirin sadaya. Maksud ieu ayat numutkeun tafsiran Ibnu Mas’ud jeng Ibnu Abbas mah kieu, “Yen Solat anu pangaruhna matak ninggalkeun pagawean anu awon teh nyaeta anu solatna disarengan ku hate anu khusyu’, hate anu gembleng inget ka Allah, sarta sadar yen manehna keur ngadeuheus ka Allah, bari depe-depe ka Allah, sarta ngaraos yen manehna keur munajat, sarta ditingali ku Allah, Zat anu Maha agung. Sedengkeun solat anu henteu kitu mah moal matak nimbulkeun pangaruh anu kitu, tukang doraka tetep ngalakukeun doraka. Pidawuh Nabi Muhammad Saw من لم تَنْهَهُ صَلَاتُهُ عن الفَحْشَاءِ وَالمنكرِ لم يَزْدَدْ من اللّهِ إلّا بُعْدًا “Sing saha jalma anu solatna henteu matak nyegah tina pagawean anu matak dosa jeung munkar, maka eta jalma teh tambah jauh tina rohmat Allah” Riwayat Thobroni Ku margi kitu, solat teh janten tihang agama. Kuat atwa henteuna nyekel agama gumantung kana solatna, sakumaha pidawuh kangjeng Nabi Muhammad Saw. الصلاة عماد الدين، فمن أقامها فقد أقام الدين ومن تركها فقد هدم الدين “Ari solat teh tihang agama. Saha jalma anu ngalakonan solat, mangka eta jalma the nangtungkeun agamana jeung saha jalma ninggalkeun solat, maka eta jalma ngarugrugkeun agamana.” Riwayat Baihaqi Malah di akherat oge anu pangpayunna diparios teh ngeunaan solat pisan, sakumaha pidawuh kangjeng Nabi Muhammad Saw أول ما افترض الله تعالى على أمتي الصلوات الخمس، وأول ما يرفع من أعمالهم الصلوات الخمس، وأول ما يسألون عن الصلوات الخمس “Anu pangheulana diwajibkeun ku Allah ka umat kaula, nyaeta ngalakonan solat lima waktu. Amal-amalan umat kaula anu pangheulana diangkat kalangit, solat lima waktu. Amal-amalan umat kaula anu pangheulana bakal dipariksa teh nyaeta solat lima waktu keneh. “ Riwayat Al Hakim Para hadirin sadaya Sajaba ti eta ciri wanci anu eces pisan ngabedakeun antara jalma muslim jeung anu kafir oge ku ngalakonan solat, da pagawean sanesna mah ampir sami antara muslim sareng kafir teh. Kumargi kitu ibadah solat teh perlu dimumule anu sasae-saena, ulah dilalaworakeun, sanaos repot sakumaha repotna oge, satungtung sanes daruratmah. Sakumaha pidawuh Nabi Saw ما من امرئ مسلم يحضره صلاة مكتوبة، فيحسن وضوءها وخشوعها وركوعها، إلا كانت له كفارة لما قبلها من الذنوب، ما لم يأت كبيرة و ذلك الدهر كله “Teu pati pati aya jalma muslim anu nyanghareupan waktu solat fardu terus manehna wudu anu sampurna, solatna bari khusyu’ henteu malaweung, ruku’ jeung sujudna beres, anging eta solatna teh bakal jadi kafarat panglebur kana dosana anu geus kaliwat, satungtung henteu ngalakonan dosa gede ari dosa gedemah bisa leburna ngan ku tobat anu nasuha / nyumponan pasaratanana . Tah eta kitu teh tina salilana jaman.” Riwayat Muslim Para hadirin sadaya Ngalakonan solat fardu teh sajabi ti hikmah anu kasebat tadi anu sakitu pentingna, ngandung deui hikmah ngeunaan kasehatan rohani katut jasmani jeung kamajengan kabudayaan anu rongkah pisan, margi ngalakonan solat teh ngandung hartos deui kana Ngawajibkeun ka urang kedah ngartos kana masalah cai anu najis sareng anu suci, anu matak nyegerkeun badan sareng anu henteu. Etateh aya bentena; Ngawajibkeun nutup orat badan. Eta ngandung hartos kana wajibna ngadegkeun pabrik tinun ka umat Islam, margi kalebet kana kaedah “Sakur perkara anu nyampurnakeun kana pagawean wajib, mangka eta perkara teh wajib deui.” Nyakitu deui fardu kifayah tiasa ngaput/ngajait anggoan oge; Ngawajibkeun mayun ka kiblat, ngandung hartos wajibna ngartos kana elmu bumi; Ngawajibkeun solat bari ngadeg, ruku’ jeung sujud, ngandung hartos diwajibkeun ka umat Islam ngartos kana elmu kasehatan; Ngawajibkeun solat dina waktosna, ngandung hartos diwajibkeun ka umat Islam ngartos kana elmu falak; Dianjurkeun solat di masjid, ngandung hartos diwajibkeun ngartos kana elmu teknologi, sareng hikmah sanesna anu seueur pisan mangpaatna. Tah ieu rupi-rupi elmu teh hukum fardu kifayah nyiarna ka sakumna umat Islam. Upami urang nyiar eta elmu sarta diniatan pikeun nyumponan piwarangan Allah, tinangtu kenging ganjaran dunya akherat. Ku ayana kitu, upami kaum muslimin leres-leres ngartos kana hukum Islam sarta ngartos deui kana hikmahna sareng rajin ngamalkeunana, tangtu kaum muslimin teh bakal jadi kaum anu maju sapertos kaum muslimin di jaman kajayaan Islam kapungkur. Para hadirin sadaya Tadi parantos diterangkeun, yen titik sentral anu utama dina ngahontal hikmah solat anu sakitu agungna, sajaba ti kedah nyumponan kana sarat sareng rukunna, ditambih kedah khusyu’ . Sakumaha pidawuh Allah قَدْ اَفْلَحَ الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ هُمْ فِيْ صَلٰو تِهِمْ خَاشِعُوْنَ “Pasti bakal bagja jalma mu’min anu ngalakonan solatna bari khusyu’.” QS. Al Mu’minun 1-2 Ari ngalakonan solat bari khusyu’ teh sakumaha anu diterangkeun dina kitab tafsir Ruhul Bayan juz Vl kaca 67, Ashowi juz lll kaca 93, nyaeta kieu “Ari khusyu’ teh ngawengku kana dua rupa, nyaeta lahir jeung batin. Ari khusyu’ lahir, nyaeta solat anu nyumponan kana sarat, rukun katut sunat sunatna, saperti bandanna tenang, henteu sambarangan gerak atawa usik, sirahna tungkul, ningali atawa neuteup kana tempat sujud jeung sajabana. Ari Khusyu’ batin, nyaeta hatena salawasna inget ka Gusti Allah, ngaraos keur munajat atawa ngadeuheus ka Zat anu salamina ningali, sarta mohonkeun kana urusan sejenna tina rupa-rupa pagawean dunya.” Para hadirin sadaya Tah solat anu kitu anu ngandung hikmah anu pohara seueurna the, kahijina matak ngagaduhan hate anu tenang dina mayunan sagala kajadian oge. Sawangsulna solat anu henteu khusyu’, henteu matak ngahasilkeun kana hikmah anu kasebat tadi, malah henteu matak nyegah kana midamel kama’ saitan, padahal sok solat. Dawuhna kanjeng Nabi Muhammad Saw كَمْ مِنْ قَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صَلاَتِهِ التَّعَبُ وَالنَّصَبُ “Mangpirang-pirang jalma anu solat, anu ngan sakadar meunang kacape bae hasilna teh.” Riwayat Ibnu majah jeung Nasa-i Akhirna, Mangga urang sasarengan ngaronjatkeun katakwaan ka Allah Swt., ngamumule kana solat ku cara satekah polah, meunngpeung masih keneh dipasihan umur. Kalawan muntang kana hidayah sareng taufik Allah Swt. بارك الله لى ولكم بِاالْأٰيَاتِ والذِّكْرِ الحكيم وتقبّل منّى ومنكم تلاوته إنّه هو السّميع العليم وقُلْ ربِّ إغْفِر وَارْحَمْ و أنت خيرُ الرَّاحِمِينَ KHUTBAH II اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ Sumber Kumpulan Khutbah Jumat Ku Basa Sunda KH Moch Anwar Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh..اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ اْلعَاَلَمِيْنَ . وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَي أُمُوْرِا لدُّ نْيَا وَا لدِّ يْنٍ . وَعَلَيْ آ لِهٍ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ"ALHAMDU LILLAHI RABBIL'ALAMIN WABIHI NASTA'INU'ALA UMURID DUNYA WADDIN WA'ALA ALIHI WASHAHBIHI AJMA'IN"Langkung ti payun hayu urang sami-sami panjatkeun puji sinareng syukur kahadirat Allah SWT, anu paramtos masihan kanikmatan-kanikmatana nana dugi urang tiasa kumpul dina acara isra miraj ieu, dina kaayaan sehal walafiat. sinareng salam mugi kacurah limpahkeun ka junjunan urang Nabi Muhammad SAW, ka kulawargina, ka sohabatna teu ka kantun urang sadaya salaku umatna dugi ka akhir jaman. kepala sekolah nu kusimkuring dipihormat, bapa ibu guru sareng Staf TU anu ku simkuring dipihormat, teu hilap oge ka rerencangan nu kusimkuring dipika deudeuh. Dina acara Isro Mira`j ieu simkuring bade medarkeun ngeunaan “Kautamaan Sholat 5 waktos”.Hadirin nu ku simkuring dipihormat.. Waktos harita Nabi Muhammad SAW diparentah ku Allah kanggo ngayakeun lumampah ti Masjidil Haram ka Masjidil Aqso di Palestina. Salajeungnna Nabi Muhammad naek ka Sidratul Muntaha, Kajantenan eta marngrupi kajanteunna kajanteunnan eta Nabi Muhammad dipiwarang ku Allah ibadah wajib nyaeta Sholat 5 waktos. Parentah eta parantos dilaksanakeun ti kapungkur dugi ka ayeuna. Ibadah sholat eta teh ngagaduhan kaistimewaan mandiri, benten sareng ibadah nu wae anu ngalaksanakeun ibadah sholat, sami sareng anu ngadegkeun agama, Sholat kedah di laksanakeun ku sadaya umat muslim, anu teu ngalaksanakeunna hukumna dosa, kumargi sholat teh ibadah sholat nu 5 watos atanapi kumargi hoream anu kateterasan nyaeta ngajanteunkeun jalmi anu kafir, nganggo ngajagi sifat hoream urang kedah iklas sareng khusu, supados teu ngaraos abot ngalaksanakeun anu ku simkuring di pihormat.. Sholat anu 5 waktos teh, nyaeta subuh, dzuhur, ashar, magrib, isya. Salah sawios kautamian sholat nu 5 waktos nyaeta ngajaga sholat subuh sareng ashar, ngajanteunkeun mukana panto surga sareng nutupna panto ashar marupikeun sholat wustha, sakumaha dikhususkeun nyebatkeunnana dibanding sholat nu sanesna. Upami sholat subuh didongkapan sareng di saksian ku para sholat teh tiasa ngahapus dosa sareng kalepatan. Mungguhing kitu urang sadaya salaku umat muslim umatna Nabi Muhammad SAW kedah ngalaksanakeun sholat 5 anu kusimkuring di pihormat.. Rupina sakitu wae anu tiasa dipedar ku simkuring, hapunten anu ka suhun bilih aya basa anu teu merenah kana manah. Bobot sapanon carang sapakan, Nuhun dihamputen bilih aya kalepatan..Billahi Taufik Wal Hidayah Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

ceramah bahasa sunda tentang sholat